Surabaya seperti halnya dengan kota-kota yang lain, memiliki ciri khas tertentu yang dapat dijadikan identitas kota. Sebagai kota historis, Surabaya memiliki peninggalan baik berupa gedung-gedung yang bersifat kesejarahan, gedung-gedung yang dibangun pada masa revolusi, maupun kampung kuno yang merupakan peninggalan dari masa kerajaan Ujung Galuh.
Salah satu kampung yang merupakan kawasan asli kota Surabaya adalah kawasan kampung Peneleh.
Kawasan kampung Peneleh merupakan salah satu bagian sejarah kota Surabaya, karena di dalamnya memiliki peninggalan sejarah, seperti masjid kuno Peneleh, rumah kuno, kompleks makam kuno Belanda, makam Nyai Campa, makam Buyut Minggir, makam Buyut Dawa, makam Buyut Malang, dan makam Buyut Bening.
Seiring dengan meningkatnya intensitas kegiatan komersial seperti perdagangan dan perkantoran, maka kawasan kampung kuno Peneleh semakin lama semakin terdesak oleh bangunan-bangunan baru yang lebih memiliki nilai ekonomis namun miskin identitas, bangunan tersebut dibangun tanpa mempertimbangkan karakter bangunan di sekitarnya, sehingga tampak asing dan tidak estetis, perubahan fisik yang dilakukan akibat pembangunan baru tanpa mempertahankan nilai sejarah yang dimiliki.
Data yang digunakan adalah data sekunder dari pihak-pihak terkait seperti Dinas Bangunan, Dinas Tata Kota, Bappeko, dan BPN, serta dari penelitian sejenis yang berkaitan dengan pelestarian. Data primer yang digunakan diperoleh dari observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 86 bangunan kuno. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan studi dan mengidentifikasi karakteristik bangunan di kawasan studi. Hasil dari studi ini berupa (1) Karakteristik kawasan kampung kuno Peneleh meliputi karakter ruang luar, pola penggunaan lahan, dan pola penataan kampung. (2) Karakteristik bangunan kuno di kawasan kampung kuno Peneleh meliputi usia bangunan, fungsi bangunan, status kepemilikan bangunan, KDB, KLB, Keterawatan, dan perubahan fisik bangunan.
Sumber/Oleh: antariksajournals.blogspot.com